SURVEY PEMETAAN LEBIH CEPAT DENGAN DRONE

SURVEY PEMETAAN LEBIH CEPAT MENGGUNAKAN DRONE

Survey topografi adalah bagian penting dari semua proyek pengembangan lahan. biasanya, survey topografi dilakukan secara terestris atau menggunakan alat darat untuk pengamatan tinggi muka tanah. survey ini memang cukup akurat, namun memerlukan waktu yang lama untuk menyisir daerah survey. Sebelum sebuah wilayah dapat dibangun, survey topografi yang akurat diperlukan karena beberapa alasan:

  • Untuk memastikan pengembangan lahan awal (perubahan fisik tanah) berhasil sehingga memungkinkan aliran air yang tepat untuk drainase.
  • Untuk mendokumentasikan topografi dalam kaitannya dengan kondisi bencana untuk pencegahan kerusakan dan asuransi.
  • Untuk melihat konektivitas lokasi dengan wilayah sekitarnya. Apakah alat transportasi dapat masuk dan menciptakan alur distribusi yang optimal.
  • Untuk mengukur nilai tanah yang disesuaikan dengan nilai pajak tanah, kaitannya dengan kepemilikan dan harga suatu bangunan.

Untuk itu, diperlukan cara-cara agar pelaksanaan survey proyek dapat terlaksana dengan cepat dan efektif yang bertujuan untuk mengurangi biaya operasional yang besar dalam pelaksanaan proyek. Survei topografi tradisional membutuhkan pengumpulan poin GPS (atau “shots”) dalam grid yang ditentukan sebelumnya.

Misalnya saja untuk area seluas 85 hektar. Dengan kondisi grid 50×50, Pemotretan GPS dikumpulkan setiap 50 kaki di setiap cross grid. Artinya sebanyak 1.632 shots GPS dikumpulkan di area survey seluas 85 hektar. Tanpa menggunakan drone, survey lapangan dapat mengumpulkan ± 20 poin / jam (1 poin setiap 3 menit atau lebih), survey shots GPS akan memakan waktu sekitar 82 jam. 82 jam survey lapangan berarti bahwa pengembang proyek akan menunggu setidaknya 1 minggu kerja lapangan sebelum pemrosesan dan peninjauan data. Setelah itu, dibutuhkan 3-4 hari lagi sebelum hasil akhir dapat dikirimkan.

loading…

Survey topografi yang sama seluas 85 hektar dengan menggunakan teknologi drone (UAV), dapat dilakukan jauh lebih cepat dan efisien. Pertama, tidak perlu mengumpulkan 1,600+ titik GPS di seluruh areal. Sebagai gantinya, UAV hanya memerlukan pengumpulan data GPS survey pada 10 target kontrol tanah (atau GCP), yang ditempatkan secara strategis dalam area survey. GCP ini hitungannya dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan. Jadi jelas perbandingannya. 10 target GCP vs. 1.632 poin survey. 10 target GCP ini akan menjadi satu-satunya poin yang dikumpulkan dan dapat diselesaikan dalam waktu tidak lebih dari 1-2 jam. UAV Data Collection (1 jam) + GPS Survey Collection (5.8 jam) jadi total waktu untuk kerja lapangan: 6,8 jam.

Perbandingan:
Drone (UAV) survey = 6,8 jam
Survey lapangan menggunakan Total Station atau GPS = 81,6 jam
Total penghematan 74,8 jam

Dengan menggunakan teknologi Drone (UAV) survey mapping, pengembang wilayah dapat melakukan survey topografi kira-kira 75 jam lebih cepat dari survey lapangan tradisional. 75 jam dapat menghemat biaya yang besar dalam puluhan dan ratusan juta.

Jika ingin mengetahui lebih detail atau tertarik menggunakan jasa kami agar proyek dapat berjalan lebih efisien dapat menghubungi team kami melalui :
Email : andalan@andes.web.id
Whatsapp : 0812-2085-1981
Hp : 0811-2104-311

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *